...:::SDN 1 CIHAMPELAS MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN SATUAN PENDIDIKAN SD BERDASARKAN STANDAR NASIONAL DAN MAMPU MENGHASILKAN LULUSAN BERTARAF NASIONAL :::...

Situs ini merupakan sebuah wadah untuk para Pendidik, Murid,Alumni dari SD Negeri 1 Cihampelas, serta semua yang berpartisipasi didalamnya.
Sekolah Dasar ini terletak di Jalan Raya Cihampelas No 29 Kec.Cihampelas Kab. Bandung Barat Kode Pos-40562.
Mari kita manfaatkan Situs ini untuk tujuan positif agar bermanfaat bagi kita semua sehingga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di negeri kita tercinta, Indonesia.




KELUARGA SDN 1 CIHAMPELAS

Sabtu, 18 Februari 2012

LAPORAN CALISTUNG DAN OSN CIHAMPELAS

LAPORAN KETUA PELAKSANA

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Yang terhormat Ibu Kepala Disdikpora Kabupaten Bandung Barat, Kepala UPTD Pendidikan TK/SD dan PNF Kec. Cihampelas, bapak-bapak Pembina, tamu undangan serta hadirin hadirot yang berbahagia.
Ijinkan kami pada kesempatan ini menyampaikan laporan kegiatan Lomba Calistung dan OSN IPA, Matematika yaitu sebagai berikut :
1. Latar belakang   :
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa kemampuan membaca, menulis dan berhitung dalam flatform pencapaian domain kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik SD adalah merupakan pondasi pengembangan peserta didik yang harus dibina sejak kecil.

2. Dasar                   :
Kegiatan ini didasari oleh UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dst.

3. Tujuan                     :
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tema “ MELALUI LOMBA CALISTUNG & OSN KITA TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN CIHAMPELAS”.

4. Peserta kegiatan       :
Kegiatan ini diikuti oleh 135 siswa kelas 1, 2, dan 3 untuk lomba Calistung dan 90 siswa kelas 5 untuk lomba OSN MIPA dari 45 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Cihampelas. Atau dalam hal ini seluruh SD dapat mengikuti kegiatan ini.

5. Kepanitiaan dan Juri :
Diambil dari unsur guru kelas I, II, III dan V di Kecamatan Cihampelas yakni sebanyak 60 orang.

6. Pembiayaan        :
Kegiatan ini dibiayai dari dana BOS seluruh sekolah di Kec.Cihampelas.

Demikian laporan ini kami sampaikan agar dapat diketahui bersama, dan kepada yang terhormat Ibu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat dimohon untuk membuka kegiatan ini.
Terimakasih, Assalamualaikum Wr.Wb.

Minggu, 05 Februari 2012

13 Macam Penyakit Guru

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.

Di kota-kota di Indonesia, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.

Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas.

Merebaknya jenis-jenis penyakit di atas, meskipun disampaikan dengan cara dan tujuan untuk melucu, jelas memberi kita gambaran kondisi dan suasana batin para guru kita saat ini. Jika penyakit-penyakit tersebut memang benar adanya, kesalahan pertama harus kita tempakan kepada otoritas pendidikan kita yang salah dalam merumuskan kebijakan soal pengembangan kapasitas profesional guru. Guru seakan lupa pada rumusan dan definisi tentang pendidikan yang tertera dengan amat gamblang di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional kita, yaitu sebagai sebuah “….usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Kata “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” jelas merujuk dan menuntut para guru untuk kreatif dalam mengembangkan kerangka berpikir dan bahan ajar di sekolah. Karena itu sangat boleh jadi munculnya gejala penyakit seperti disinyalir di atas relevan dengan sistem pendidikan yang membelenggu akal untuk kreatif, terutama bentukan hierarki kurikulum yang rigid dan berorientasi semata pada dunia kerja.

Seorang pengembang masalah kreativitas di dunia pendidikan, Ken Robinson, mengatakan hampir dapat dipastikan seluruh sistem pendidikan di dunia menempatkan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (Sains) sebagai acuan utama tingkat keunggulan sebuah sekolah. Semakin banyak anak yang memiliki kemampuan Matematika dan Sains, semakin prestisiuslah sekolah tersebut. Sebab itu, bidang studi ini memperoleh jam yang begitu tinggi di sekolah, termasuk di antaranya di Indonesia.

Sekolah kita tak memiliki laboratorium seni dan musik yang cukup, juga perpustakaan yang mengoleksi buku-buku sastra yang memadai untuk menumbuhkan kreativitas anak untuk bergerak. Seluruh sekolah kita lebih banyak mengajarkan Matematika dan Sains yang hanya mengandalkan otak dan pikiran, tetapi tak memberi porsi yang cukup kepada anggota tubuh yang lain, seperti badan, tangan, dan kaki untuk bergerak. Berapa jam anak kita mengikuti pelajaran tari dan olahraga di sekolah dalam satu minggu, dan lebih banyak mana ketika anak-anak kita belajar Matematika dan IPA?

Kritik Ken Robinson sangat masuk akal sehingga dia mengatakan kebanyakan guru di sekolah saat ini menganggap bahwa badan, tangan, dan kaki mereka hanya sebagai alat transportasi kepala mereka yang penuh rumus dan terkadang membingungkan. Efek seperti ini dapat menjadikan seseorang mati rasa, antisosial, dan menjadi sangat arogan cara berpikir dan bertindaknya. Dalam rumus tak ditoleransi kesalahan. Padahal sebuah kesalahan, dalam teori belajar, merupakan awal dari sebuah kreativitas besar. 
(Sumber: Lampung Post,).

Rabu, 02 November 2011

BAKAL CALON SERTIFIKASI 2012 KAB.BANDUNG BARAT

Layanan ini disediakan untuk memberikan Informasi calon peserta setifikasi guru 2012 yang berisi daftar guru yang memenuhi persyaratan sebagai bakal calon peserta sertifikasi guru tahun 2012 sesuai database NUPTK per tanggal 30 september 2011.

Daftar tersebut dapat dilihat melalui tautan dibawah ini,

Persyaratan
1. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang    terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
3. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
  • bagi pengawas satuan pendidikan selain dari guru yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan  Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
  • bagi pengawas selain dari guru yang diangkat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru harus pernah memiliki pengalaman formal sebagai guru.
4. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara    pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan sebagai guru dari Bupati/Walikota atau dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
5. sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan (30 Desember 2005).
6. Pada tanggal 1 Januari 2013 belum memasuki usia 60 tahun.
7. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
8. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila:
          * pada 1 Januari 2012 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
          * mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).

Daftar calon peserta sertifikasi guru tersebut diurutkan berdasar kriteria berturut turut usia, masa kerja, dan golongan.

Jika data diri saudara belum tertera dalam daftar layak calon peserta padahal saudara memenuhi syarat, anda dapat melakukan pengecekan dan perbaikan data ke dinas pendidikan kabupaten/kota setempat, dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini

Prosedur perbaikan data NUPTK
  • Guru membawa salinan dokumen sebagai bukti fisik perbaikan data ke dinas pendidikan setempat
  • Dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan perbaikan database NUPTK guru tersebut dan mengirimkan salinan dokumen tersebut ke LPMP
  • LPMP melakukan persetujuan (approval) terhadap perbaikan data tersebut berdasarkan salinan dokumen yang dikirim oleh dinas kabupaten/kota.

Perbaikan data NUPTK untuk pelaksanaan sertifikasi guru 2012 berakhir pada tanggal 1 Desember 2011.

Copyright © 2011 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Sabtu, 29 Oktober 2011

PERSAMI SDN 1 CIHAMPELAS



Pada 7 dan 8 Oktober 2011, SDN 1 Cihampelas mengadakan kegiatan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu). Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari kelas 5 s.d 6 ada sekitar 50 siswa yang terbagi ke dalam 7 grup. Sebelum kegiatan Persami berlangsung, Kak Epul memberikan bekal kepada semua peserta persami agar mempersiapkan apa saja yang harus di persiapkan untuk kelancaran kegiatan persami. Mulai dari peralatan yang harus dibawa hingga makanan. Setelah semua persiapan telah selesai, maka di mulailah acara pembukaan persami pukul 15.30 dengan Pembina upacara Ibu Yuyun S.Pd setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan lainnya wide game yaitu melewati 7 pos jaga, dimana disetiap posnya mereka akan menjalankan tugas yang diberi oleh kakak-kakak alumni pramuka dari SDN 1 Cihampelas sampai menjelang magrib dan istirahat sampai tiba shalat isya.
Setelah SOLISKAN (Solat itirahat dan makan) para peserta Persami melanjutkan aktivitas kembali yaitu melaksankan kegiatan jurit malam untuk memasuki setiap pos yang telah diatur oleh panitia Persami, untuk menguji materi dan mental dalam berpramuka agar lebih kuat, tangguh dan meningkatkan rasa disiplin.
Tepat pukul 22.00 WIB, kami melaksanakan kegiatan api unggun. Kegiatan ini berlangsung meriah dan menyenangkan banyak atraksi yang diperlihatkan pada diri anak-anak, dan dibumbui juga oleh drama dari Pembina pramuka yang membuat suasana menjadi sedikit agak tegang dan akhirnya ending yang menyenangkan karena semuanya sudah disusun rapi sehingga anak-anak dan panitia persami pun tidak menyangka ada sebuah drama dalam penutupan kegiatan api unggun. Setelah selesai acara api unggun para peserta persami pun menikmati makanan hangat dari panitia sambil menonton tayangan film-film dokumenter dan setelah itu kembali ke barak/ ruang kelas yang telah disediakan untuk tidur dan istirahat.
Hari ke-2 pelaksanaan Persami SDN 1 Cihampelas, anak-anak pun melakukan aktivitas masing-masing sebelum melaksanakan kegiatan senam pagi bersama. Serta jalan pagi menelusuri wilayah sekitar sekolah sambil menunggu persiapan panitia persami dalam membuat bubur kacang. Dan setelah itu peserta persami pun mengepak barang bawaannya dan membersihkan tempat seperti semula kembali.
Tepat pukul 08.30 WIB acara penutupan kegiatan persami segera dimulai. Anak-anak pun selaku peserta persami berbaris untuk melaksanakan upacara penutupan sekaligus penyematan tanda pada dua orang pserta dan diikuti oleh peserta yang lainnya. Selesai upacara penutupan persami, panitia dan peserta persami bermaaf-maafan dan kegiatan persami akan menjadi kegiatan rutin setiap 1 tahun sekali di SDN 1 Cihampelas…..
Terimakasih kepada Kak Epul, Kak Tomi, Kakak-kakak alumi SDN 1 Cihampelas, Kakak-kakak dari Aliyah Mande, Kakak/Guru pembimbing dari SDN 1 Cihampelas, Bu Yuyun, Bu Yuli, Bu Ai, Bu Endah, Bu Neneng, Bu Riyan, Bu Eti, Bu Sri dan Pak Akur sehingga pelaksanaan Persami ini bisa lancar dan sukses. Salam Pramuka @ A. Saepulloh

4 TYPE KECERDASAN MANUSIA

Sejak terlahir, setiap manusia telah dianugerahi empat macam type kecerdasan, yaitu :
  • Kecerdasan Fisik atau Tubuh (Physical Intelligence atau Physical Quotient PQ),
  • Kecerdasan Mental atau Intelektual (Inteliligence Quotient IQ),
  • Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient EQ) , dan
  • Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient SQ)
  •  
1. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient – PQ)
Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita. Kita sering tidak memperhitungkannya. Coba renungkan : Tanpa adanya perintah dari kita tubuh kita menjalankan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf dan sistem-sistem vital lainnya.
Tubuh kita terus menerus memantau lingkungannya, menghancurkan sel pembawa penyakit, mengganti sel yang rusak dan melawan unsur-unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita.
2. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ)
IQ adalah kemampuan nalar, atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir abstrak, berbahasa, memvisualkan sesuatu.
Di zaman dulu IQ dijadikan ukuran utama kecerdasan seseorang. Baru kemudian disadari bahwa konsep dan batasan-batasan di atas seperti itu terlalu mempersempit kecerdasan tersebut.
Otak kiri bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal, kata-kata, bahasa, angka-angka, matematika, urut-urutan, logika, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (IQ). Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, musik, emosi, seni/artistik, imajinasi, kreativitas, dan intuitif.
3. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient – EQ)
EQ adalah pengetahuan mengenai diri sendiri, kesadaran diri, kepekaan sosial, empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Kecerdasan Emosi adalah kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara sosial, dan keberanian untuk mengakui kelemahan, menyatakan dan menghormati perbedaan. EQ digambarkan sebagai kemampuan otak kanan dan dianggap lebih kreatif, tempat intuisi, pengindraan, dan bersifat holistik atau menyeluruh
Penggabungan pemikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) akan menciptakan keseimbangan, penilaian dan kebijaksanaan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, kecerdasan emosional akan merupakan penentu keberhasilan dalam berkomunkasi, relasi dan dalam kepemimpinan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (nalar).
Seseorang yang memiliki IQ tinggi tetapi memiliki kecerdasan emosionalnya (EQ) rendah, dia tidak tahu bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Orang itu mungkin akan menutupi kekurangannya itu dengan bersandar pada kemampuan intelektualnya dan akan mengandalkan posisi formalnya.
4. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient – SQ)
Sebagaimana EQ, maka SQ juga merupakan arus utama dalam kajian dan diskusi folosofis dan psikologis. Kecerdasan spiritual merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya, karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.
Kecerdasan Spiritual juga membantu kita untuk mencerna dan memahami prinsip-prinsip sejati yang merupakan bagian dari nurani kita, yang dapat dilambangkan sebagai kompas. Kompas merupakan gambaran fisik yang bagus sekali bagi prinsip, karena dia selalu menunjuk ke arah utara. 
Sumber; semuana.blogspot.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

Pesantren Kilat (Sanlat) SDN 1 Cihampelas



Pendidikan agama merupakan salah satu komponen penting dalam merealisasikan tujuan pendidikan. Proses pembelajaran agama kepada para siswa tidak hanya melalui teori-teori yang disampaikan guru di dalam ruang kelas. Tetapi yang paling penting adalah pembelajaran agama yang dilakukan melalui pembiasaan dan latihan-latihan. momen bulan Ramadhan ini sangat baik bagi para siswa untuk memperbanyak ibadah-ibadah lainnya (selain ibadah puasa), sekaligus untuk mempraktekkan materi-materi ibadah yang telah diajarkan dalam pelajaran agama di sekolah. Selanjutnya, para siswa juga dibimbing untuk memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa. Diantaranya adalah untuk membentuk kepribadian pelajar yang Islami, melalui tausiyah (ceramah agama), dialog, diskusi, lomba pildacil, Kaligrafi, Adzan dan Hipdil Qur’an.
Acara Pesantren Kilat (Sanlat) SDN 1 Cihampelas berlangsung dari hari Kamis tanggal 18 s.d Sabtu tanggal 20 Agustus 2011. Yang di ikuti ± 45 peserta dan dihadiri ± 450 siswa berikut orang tua pendamping alhamdulillah berjalan dengan lancar,,, semangat yang terpancar dari siswa/i menambah semangat bagi kami dalam memberikan inspirasi di bulan suci
Gambar-gambar hasil jefretan kami ada di samping. Trims  @Sanlat 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

66 Tahun Indonesia Merdeka - HUT RI ke-66


66 Tahun Indonesia Merdeka - Untuk sebuah perjalanan negara, usia 66 tahun masihlah muda. Tapi esensinya bukan pada angka, melainkan sejauh mana Indonesia benar-benar telah merdeka.

Perjuangan mencapai kemerdekaan di negeri ini sungguhlah panjang. Mulai dari zaman kerajaan-kerajaan Nusantara yang bersifat kedaerahan, sampai ke gerakan kepemudaan yang menandai Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Kegerakkan yang bersatu dari berbagai wilayah di Indonesia ini memuncak dengan pernyataan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Saat mempelajari catatan sejarah pendirian negeri ini, banyak hal yang menarik. Para pendiri negeri ini, walau berbeda ideologi dan daerah, melihat Indonesia ke depan. Saat merumuskan pernyataan kemerdekaan dan bahkan dasar negara Indonesia, para pendiri bangsa kita melihat bahwa Indonesia masih harus diperjuangkan bersama-sama. Fundamental Indonesia harus dibangun kokoh dengan melihat kepentingan negara di atas kepentingan pribadi bahkan kelompok.

66 Tahun Indonesia Merdeka  - Dari para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Bung Tomo, dan masih banyak yang lainnya; dari para pejuang seperti Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Pattimura, Hassanudin, dan yang lainnya; Indonesia ternyata memiliki semangat dan pemikiran perjuangan yang luar biasa. Semangat dan pemikiran untuk Indonesia itulah yang saat ini harus dimiliki para pemimpin dan rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang masih berusia 66 tahun.
Indonesia harus kuat dan jangan saling memperlemah !
Refrensi : http://gajahmadafm.co.id

INFO TERBARU

AYO DAFTARKAN SEGERA : PENERIMAAN SISWA BARU SDN 1 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2010/2011 DIMULAI PADA BULAN JUNI 2010....... TERIMAKASIH ATAS KEPERCAYAANNYA......

Guru dan Tenaga Pendidik

Foto-foto Kegiatan

PP IPTEK & TEATR IMAK 4 D