...:::SDN 1 CIHAMPELAS MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN SATUAN PENDIDIKAN SD BERDASARKAN STANDAR NASIONAL DAN MAMPU MENGHASILKAN LULUSAN BERTARAF NASIONAL :::...

Situs ini merupakan sebuah wadah untuk para Pendidik, Murid,Alumni dari SD Negeri 1 Cihampelas, serta semua yang berpartisipasi didalamnya.
Sekolah Dasar ini terletak di Jalan Raya Cihampelas No 29 Kec.Cihampelas Kab. Bandung Barat Kode Pos-40562.
Mari kita manfaatkan Situs ini untuk tujuan positif agar bermanfaat bagi kita semua sehingga dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di negeri kita tercinta, Indonesia.




KELUARGA SDN 1 CIHAMPELAS

Jumat, 24 Agustus 2012

Pendidikan Impian Masa Depan


Sepertinya sumberdaya manusia ( human resource ) Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti; Singapura, Malaysia, Thailand dan Pilipina. Hm, pernyataan ini bukan lontaran kata klise semata. Ada alasan yang mendukung kenyataan ini, paling tidak  didasarkan atas Indek Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2011. Seperti diketahui, berdasarkan penelitian UNDP ( 2011), Indonesia berada di urutan ke 124 dari 187 negara di dunia yang diteliti. Sementara itu Singapura diurutan (26), Malaysia (61), Thailand (103) dan Pilipina (112). Penelitian badan dunia UNDP tersebut didasarkan atas kriteria pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

Suatu kondisi yang menjadi tantangan bagi sumberdaya manusia Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar (241 juta  jiwa) atau  urutan ke 4 di dunia pada rahun 2011. Namun penyebaran penduduk tidak merata dan mayoritas terkonsentrasi di pulau Jawa (58 %). Yang mengejutkan adalah  usia produktif yang tinggi (70%) namun kualitas produktivitasnya relatif rendah. Dalam sektor pendidikan apalagi, pemerataan pelayanan pendidikan belum terpenuhi akibat keterbatasan yang dimiliki negeri ini.

Sumberdaya manusia berkaitan erat dengan pendidikan. Pendidikan sebagai salah satu kriteria dalam penentuan indek pembangunan manusia, pantas menjadi pusat perhatian kita. Pendidikan di negeri ini secara global belum sesuai impian kita. Di tingkat lembaga pendidikan sekolah, misalnya,  masih mengedepankan persoalan hasil belajar. Pendidikan  belum berorientasi kepada bagaimana proses belajar yang dijalankan. Indikasinya adalah kecenderungan menjadikan nilai evaluasi murni (NEM)  menjadi primadona. Padahal NEM hanyalah salah satu tolok ukur kualitas pendidikan dan belum mencerminkan kualitas pendidikan secara komprehensif.  Maka pantaslah, anak yang dianggap berkemampuan tinggi karena NEM-nya tinggi tidak sanggup berbuat apa-apa ketika terjun ke tengah masyarakat. Mereka pintar di otak namun masih lemah dalam keterampilan dan keahlian dalam hidup (lifes-klill)

Lalu pendidikan yang bagaimana yang kita impikan di masa depan? Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang mengutamakan proses pembelajaran. Proses yangt berkualitas akan mengantarkan pendidikan kepada hasil yang berkualitas. Guru yang bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembelajaran ini diharapkan tidak hanya sibuk memikirkan dan mengurus kenaikan pangkat, mengurus administrasi pencairan tunjangan sertifikasi. Sebaliknya, guru yang diimpikan adalah guru yang banyak menyediakan waktunya untuk memikirkan peserta didik dan proses pembelajaran di kelas. Guru profesional yang diimpikan tidak hanya guru yang pintar mendisain perangkat pembelajaran namun berkompeten melaksanakan disainnya tersebut di ruang kelas. Disain pembelajaran yang telah dibuat guru merupakan pertanggung jawaban ilmiah dari lencana profesional yang disandangnya. Tidak lucu kalau guru profesional  kelabakan dalam melaksanakan hasil disain pembelajarannya tersebut di ruang kelas.

Kepala sekolah  impian masa depan  adalah seorang figur pimpinan memiliki simpati dan empati yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Pimpinan yang menguasai persoalan pendidikan yang sedang dihadapi,  tauladan bagi guru, bukan kepala sekolah yang  banyak duduk di ruang kepala sekolah, atau sering mondar-mandir meninggalkan sekolah dengan alasan urusan dinas luar. Atau hanya latah mengucapkan; kata bapak kepala dinas, kata bapak bupati/walikota, untuk menakut-nakuti guru.

Peserta didik impian masa depan adalah perseta didik yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan berkepribadian yang baik. Bukan peserta didik yang suka tawuran, suka menyusahkan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Sebaliknya suka berdiskusi, menyenangkan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sebab, sepuluh atau duapuluh tahun berikutnya mereka ini akan menjadi pemimpin yang menggantikan pimpinan yang sekarang ini.

Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang independen, terlepas dari kepentingan politik sesaat. Pendidikan tidak dijadikan sebagai jargon politik melainkan dijadikan sebagai sugestif dan semangat untuk memajukan pendidikan di negeri tercinta ini.

Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana belajar yang memadai. Proses belajar sulit terlaksana dengan baik tanpa ditunjang sarana dan prasarana belajar yang memadai. Tidak terdengar lagi jawaban, dana kurang mencukupi, anggaran belum ada, dan segala macam alasan lainnya.

Memang, mewujudkan impian-impian pendidikan masa depan tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tidaklah cukup dalam waktu yang singkat melainkian butuh proses, begitu kata orang bijak. Allahuiallambissowaab…*

@swara pendidikan

Rabu, 02 Mei 2012

Jasa Seorang Guru

Setiap Murid Membutuhkan Guru Yang Ideal

Seorang guru yang baik memiliki kata-kata yang bersifat mengarahkan bukan menyuruh atau memerintah. Namun, tidak semua murid memiliki sifat yang sama, ada yang membutuhkan sedikit dorongan dengan kata-kata pujian dari seorang guru, namun ada juga yang harus diberi tekanan yang sedikit keras. Untuk itu yang harus diketahui oleh seorang guru adalah “setiap anak istimewa” untuk perlakuan terhadap tiap anak tidak boleh digeneralisasi.
Setiap murid pasti membutuhkan sifat dari seorang guru yang ideal. Ideal itupun tergantung sehingga relatif. Misalnya ideal seorang guru di pedalaman beda dengan idealnya seorang guru di perkotaan. Guru yang ideal di Jakarta tentu akan berbeda dengan idealnya seorang guru di pedalaman Papua. Tetapi satu hal yang pasti guru adalah orang yang luar biasa berjasa mengajarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang.
Di Hari Pendidikan Nasional ini, telah menjadi tradisi di kalangan siswa/i untuk memberikan bunga kepada gurunya. Tentu bukan bunga yang dimaksud melainkan di balik setangkai bunga ada ucapan terima kasih atas apa yang telah mereka berikan kepada para murid.
Tanpa seorang guru bangsa ini akan menjadi bangsa yang bodoh. Tanpa seorang gurupun kita tidak bisa mencapai kesuksesan sekarang ini. Namun belajar dari seorang guru yang mengarahkan muridnya ke arah lebih baik, maka kita harus melihat hal-hal yang tidak baik untuk diarahkan ke arah yang lebih baik. Tidak usah jauh-jauh disekitar kita saja.
Tuh, Lihat masih banyak guru yang melakukan kekerasan terhadap muridnya, ada juga pelecehan seksual dan sebagainya. Semuanya harus dilihat sebagai peningkatan pendidikan nasional di Indonesia.

Pokoknya,,,,,
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
@walanghening

Selasa, 01 Mei 2012

Pidato Hari Pendidikan Nasional 2012


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

SAMBUTAN 
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 
PADA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2012 
RABU, 2 MEI 2012 


Assalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh, 
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, 

Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, 
Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan dan kecintaan sehingga kita dapat melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, dalam keadaan sehat dan penuh semangat. 

Melalui peringatan ini, perkenankan saya, atas nama Pemerintah, ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam menumbuhkembangkan dunia pendidikan. 

Dalam kesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan ‘’Selamat Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2012”. Semoga segala ikhtiar kita untuk memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan dapat segera terwujud. 

Hadirin sekalian yang berbahagia, 

Pada peringatan Hari Pendidkan Nasional tahun ini, kita patut bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “rumah besar” pendidikan setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 

Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya. 

Sudah tentu tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 

Hadirin sekalian yang berbahagia, 

Kita semua telah memahami bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan nonfisik (termasuk kebudayaan dan peradaban) semakin tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut memunculkan dominasi peradaban tertentu, benturan antarperadaban atau terbentuknya konvergensi peradaban. Dalam kaitan dengan inilah, peran dunia pendidikan menjadi penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012 ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Tema ini sejalan dengan hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, yaitu Ki Hajar Dewantoro, yang pada hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. 

Hadirin sekalian yang berbahagia, 

Kita semua harus bersyukur bahwa pada periode tahun 2010 sampai 2035, bangsa kita dikarunai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas yang baru pertama kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka tersebut dapat kita kelola dan manfaatkan dengan baik, populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut insya Allah akan menjadi bonus demografi (demographic dividend) yang sangat berharga . Di sinilah peran strategis pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan hal itu menjadi sangat penting. Akan tetapi, sebaliknya, bukan mustahil kesempatan emas tersebut menjadi bencana demografi (demographic disaster) bila kita tidak dapat mengelolanya dengan baik. Sudah tentu hal ini tidak kita inginkan. Pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035 kita harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun kita semua memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan. 

Hadirin sekalian yang berbahagia, 

Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, telah disiapkan kebijakan yang sistemiatis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan pendidikan menengah universal (PMU) yang insya Allah akan dimulai tahun 2013. Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik.

Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, Akhirnya, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita tanam dan semai dalam dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal kebajikan. Kita semua ingat ungkapan bijak, ”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki meskipun kamu tahu esok akan mati.” dan “Siapa yang menanam, dia yang akan memetik”. Marilah kita berlomba-lomba menanam kebaikan. Insya Allah kita dan anak cucu kita akan memperoleh kebaikan itu. Amin. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Jakarta, 2 Mei 2012 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad NUH

Minggu, 08 April 2012

Tips Cara Menyebrang Jalan Yang Benar

Agar diri anda dan orang lain yang turut anda seberangkan aman sampai di seberang jalan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini maka mudah mudahan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak anda inginkan.
  • Berdoalah kepada Tuhan anda agar selamat sampai di tujuan.
  • Apabila anda mesih kecil atau memiliki badan yang sangat kecil, sebaiknya anda menyeberang jalan tidak sendirian, tetapi ditemani oleh orang lain yang sedang menyeberang, atau bisa juga meminta bantuan orang lain untuk menyeberangkan anda. Pengemudi anda kesulitan untuk melihat penyebrang jalan berbadan kecil dan ada kemungkinan untuk panik jika melihat anak kecil menyebrang jalan sendirian.
  • Perhatikan keadaan sekitar anda dan identifikasi sesaat apakah terdapat zebra cross, lampu penyebrang jalan, lampu merah atau jembatan penyebrangan. Bila ada, gunakanlah dan jangan mengambil jalan pintas dengan menyeberang jalan tidak pada tempatnya. Biasanya dinas yang terkait sudah memperhitungkan dengan matang dalam hal pemasangan alan bantu penyebrangan jalan, sehingga resiko anda tertabrak akan jauh lebih kecil.
  • Selalu melihat ke arah kanan (arah datang kendaraan) anda lalu ke kiri sebelum bergerak untuk menyebrang jalan. Ada kemungkinan dari arah yang berlawanan terdapat pejalan kaki, pengendara sepeda, bahkan motor yang bisa anda tabrak saat menyebrang. Kemudian saat sampai di batas lajur kendaraan kedua arah, maka anda harus menggunakan metode kebalikan dari di atas. Apabila anda menyebrang rel kereta api, maka anda harus melihat arah yang kebalikan dari jalur mobil yaitu ke kiri baru ke kanan, karena kereta api datang dari sebelah kiri anda, berbeda dengan mobil.
  • Perhitungkan waktu dengan mengira-ngira berapa lama kecepatan mobil yang datang ke arah anda saat anda meu menyebrang. Kemudian dengan insting anda perhitungkan juga kecepatan jalan atau lari anda. Anda punya dua pilihan yaitu lari atau jalan. Apabila arus kendaraan sedang padat dan kecepatan sedang, maka anda sebaiknya berlari ketika ada kesempatan.
  • Apabila terdapat dua lajur kendaraan untuk arah yang sama, maka jangan menyebrang jika arus kepadatan dan kecepatan kendaraan tidak memungkinkan anda untuk menyebrang. Jika anda nekat, maka bisa terjadi insiden yang dapat menimpa anda maupun orang lain. Menyebranglah ketika jalur yang ada dihadapan anda sedang kosong, dan disusul beberapa saat kemudian jalur yang sebelah jalur tadi kosong.
  • Gunakan tangan anda untuk memberi sinyal agar pengendara memperlambat laju kendaraannya. Apabila anda melakukan hal ini maka pengendara akan lebih awas dan akan menghormati anda daripada penyebrang jalan yang tidak memberi tanda menyebrang jalan. Namun juga tanda yang diberikan sebaiknya decan cara yang sopan, tidak dengan mengepalkan tangan ke arah pengendara agar pengendara kendaraan tidak menjadi berang dan mencaci anda.
  • Anda juga bisa mempergunakan kesempatan menyebrang jalan ketika mobil di depan anda sedang memperlambat atau menghentikan laju untuk berbelok, menyebrang jalan, terkena macet, dan lain sebagainya sehingga dapat menghambat laju kendaraan di belakangnya. Anda akan lebih mudah menyeberang jalan dengan lebih mudah, namun jangan menghambat mobil yang melambat tadi.
  • Perhatikan orang lain dalam menyebrang jalan. Setiap orang memiliki tehnik yang berbeda dalam menyebrang jalan. semakin banyak metode yang anda pelajari, maka semakin mahir pula anda dalam menyebrang jalan. @http://eritristiyanto.wordpress.com

Jumat, 30 Maret 2012

TIM PENGEMBANG KURIKULUM KABUPATEN BANDUNG BARAT

TUGAS POKOK DAN FUNGSI 
TIM PENGEMBANG KURIKULUM SEKOLAH DASAR 
PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KAB. BANDUNG BARAT


TPK adalah sub-ordinat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat. Berkedudukan pada Bidang Pendidikan dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Bandung Barat. TPK SD pada Disdikpora Kab. Bandung Barat berada pada rentang jaringan kurikulum mulai dari tingkat nasional/Pusat kurikulum, tingkat regional/TPK Prov. Jawa Barat, TPK Kab.Bandung Barat, TPK tingkat Kecamatan atau gugus sekolah, samapai keberadaan TPK tingkat satuan pendidikan 
TPK sekolah dasar  merupakan wadah pengembangan sistem pembinaan profesional bagi anggotanya untuk meningkatkan kompetensi profesional terkait dengan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi pionir berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di kab. Bandung Barat

Kamis, 29 Maret 2012

SDN 1 CIHAMPELAS JUARA PASKIBRA SE BANDUNG RAYA



Puji syukur kehadirat Alloh SWT, SDN 1 Cihampelas angkatan ke V akhirnya bisa meraih Juara Paskibra Tingkat Se-Bandung Raya, yang diselenggarakan pada tanggal 25 Maret 2012 di SMAN Batujajar.
Akhirnya Anak-anak Paskibra angkatan ke-V membawa pulang dengan hasil yang memuaskan, juara ke 3 untuk lomba lkbb yang menyisihkan 22 peserta lainnya. Para siswa benar-benar bekerja keras berlatih apalagi setelah jam masuk sekolah di bagi 2 menjadi pagi dan siang yang mengakibatkan latihan anak menjadi terganggu dikarenakan perubahan  jam masuk sekolah, tetapi Alhamdulillah perubahan tersebut bisa teratasi oleh kerjasama dan pemahaman guru-guru dan pelatih paskibra di SDN 1 Cihampelas.

Peserta lomba merupakan gabungan dari kelas V A/B dan kelas VI A/B, selamat atas perjuangan kalian, akhirnya bias mengaharumkan nama SDN 1 Cihampelas. Terimakasih juga buat Kepala sekolah yang terum memberikan motivasi dan pelatih paskibra yang terus disiplin dan berkreasi.  

PERESMIAN GEDUNG KPRI CIHAMPELAS

Syukur Alhamdulillah Kemarin tanggal 29 Maret 2012 Koperasi Pegawai Negeri Indonesia (KPRI) Mandiri UPTD Pendidikan TK/SD dan PNF berkat kebersamaan para anggotanya berhasil membangun sebuah gedung yang permanen. Dan menjadi salah satu koperasi percontohan di Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu H.Asep Jajang,S.Pd.,M.MP,.  Selaku Ketua KPRI Sejahtera, saat memberikan laporannya pada acara tersebut mengatakan, perintisan pembangunan gedung KPRI itu sendiri sudah dimulai sejak diputuskannya melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi itu tahun lalu, berkat dukungan segenap pengurus dan seluruh anggota yang ada, akhirnya gedung tersebut bisa terwujud seperti ini. Menurutnya, gedung tersebut akan menjadi sebuah gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk umum, disamping bisa digunakan sebagai sarana olah raga bulu tangkis dengan dua line, juga bisa dipergunakan untuk acara-acara pertemuan seperti seminar maupun hajat resepsi pernikahan dan hajatan-hajatan lainnya.
Koperasi simpan pinjam dan niaga berdiri 12 April 2005 ini dikategorikan koperasi sehat dengan perputaran uang Rp. 250 juta perbulan ", Menurut Bupati Bapak H. Abubakar, M.Si.
Koperasi ini harus menjadi percontohan dan bisa mewujudkan koperasi yang cermat sesuai dengan visi Kabupaten Bandung Barat Peresmian penggunaan gedung itu sendiri ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bandung Barat disaksikan oleh Ka. Dinas Perdagangan, Camat Cihampelas beserta para anggota muspika, segenap anggota KPRI Mandiri serta para undangan lainnya.

LOMBA GUGUS TINGKAT KECAMATAN CIHAMPELAS



Syukur Alhamdulillah lomba gugus  tingkat kecamatan cihampelas yang berlangsung dari tanggal 9 s.d 14 Pebruari 2012 di tutup di gugus 3 cihampelas pada tanggal 14 Pebruari 2012. Ketua Gugus 3 Cihampelas sekaligus Kepala Sekolah SDN 1 Cihampelas Drs.H.Ahmad Saepudin, M.Pd, menjelaskan bahwa sekolah inti merupakan Kegiatan Guru (PKG), terdiri dari 9 SD meliputi SDN 2 Cihampelas, SDN 3 Cihampelas, SDN Awilarangan, SDN Tirtajaya, SDN Cisarongge, SDN Jembatan Baru, SDN Sukagalih, SDN Tirtajaya, dan SDS At-Taqwa.
Pada kesempatan itu tim juri dalam hal ini pengawas TK/SD dan PNF Kec. Cihampelas Bapak H. Alie Syahbana mengatakan bahwa gugus merupakan salah satu wadah pembinaan para guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalitas guru. Dan seperti Bpk H.Asep Jajang, M.MP selaku tim penilai mengatakan bahwa pelaksanaan lomba gugus bukan untuk mencari kekurangan tetapi bagaimana kekurangan tersebut bisa diperbaiki untuk tahun berikutnya agar gugus bisa lebih berperan dalam meningkatkan profesionalitas tenaga pendidiknya.
Lomba gugus sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan professional para guru SD dalam usaha meningkatkan mutu proses belajar mengajar serta hasil belajar siswa dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki oleh sekolah dan masyarakat sekitar. Dan juga sebagai pembinaan di bidang manajerial Lomba Gugus merupakan salah satu upaya pembinaan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Hal tersebut dikatakan bapak kasi Kurikulum dan kesiswaan dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Bandung Barat.
Tim juri yang terdiri dari Pengawas TK/SD dan PNF Kecamatan juga dari Disdikpora Kabupaten, mereka melakukan penilaian langsung meliputi proses pembelajaran, manajemen sekolah, manajemen gugus, sarana prasarana dan partisipasi masyarakat, di SD Inti dan SD Imbas.

LOMBA CALISTUNG DAN OSN TINGKAT KECAMATAN CIHAMPELAS

Pelaksanaan lomba CALISTUNG & OSN Tingkat Kecamatan UPTD Pendidikan TK/SD dan PNF Kec.Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Pebruari 2012 bertempat di SDN 1 Cipatik.
Kegiatan Lomba CALISTUNG & OSN Tingkat Kecamatan ini dihadiri oleh Kepala UPTD, Para pengawas, Kepala Sekolah, Guru Pembimbing,  juga dihadiri Ibu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bandung Barat Dra. AGUSTINA PIRYANTI,M.M, sekaligus membuka pelaksanaan lomba CALISTUNG & OSN Tingkat Kecamatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tema “ MELALUI LOMBA CALISTUNG & OSN KITA TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN CIHAMPELAS”.
Acara dimulai dari jam 8.00 wib pagi sampai jam 13.00 wib siang, sebelum lomba dimulai dilakukan upacara terlebih dahulu, baru kemudian peserta lomba memasuki ruang kelas masing-masing sesuai dengan no urut peserta lomba yang tertera di meja kelas dan sesuai dengan kartu peserta lombanya yang diberikan oleh panitia penyelenggara.
Peserta kegiatan ini diikuti oleh 135 siswa kelas 1, 2, dan 3 untuk lomba CALISTUNG dan 90 siswa kelas 5 untuk lomba OSN MIPA dari 45 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Cihampelas. Atau dalam hal ini seluruh SD dapat mengikuti kegiatan ini.
Semua guru pendamping dan orang tua yang hadir disediakan ruang tersendiri karena baik guru pendamping maupun orang tua tidak diperkenankan untuk berada disekitar ruang kelas lomba, apalagi untuk masuk ke dalam ruangannya. 
Dari informasi panitia lomba CALISTUNG & OSN Tingkat Kecamatan Cihampelas sistem pengawasan dan penilaian lomba CALISTUNG Diambil dari unsur guru kelas I, II, III dan V di Kecamatan Cihampelas yakni sebanyak 60 orang sudah termasuk kepanitiaan yang diambil dari masing-masing perwakilan setiap gugus.
Dengan adanya wakil kepanitiaan dari setiap gugus, peserta lomba dan guru pembimbing dapat melakukan tindakan evaluasi terhadap kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki peserta lomba untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada lomba CALISTUNG & OSN tahun berikutnya.

Senin, 05 Maret 2012

Menjadi Guru yang menyenangkan

Seorang guru tentunya ingin membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi menyenangkan.
Bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan itu? Para guru, di antaranya, dituntut untuk cekatan merespons kebutuhan siswa, selalu siap untuk berdiskusi, dab menjadi pendengar yang baik atas persoalan belajar siswa.  Tetapi, untuk melaksanakan itu semua, yang tak kalah penting adalah memberikan “aturan main” yang jelas, dan berikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.
Kedengarannya memang mudah. Bagaimana mempraktikkannya? Ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu Anda untuk menciptakan komunikasi yang efektif antara pengajar dan anak didik:
1. Mulailah pada hari pertama sekolah
Pada setiap awal tahun ajaran, atau semester, carilah waktu yang tepat untuk membuat semua aturan, dan kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi tentang berbagai situasi, termasuk pada siswa yang ‘bermasalah’. Seorang guru harus memastikan bahwa siswa merasa didekati sejak hari pertama sekolah.
2. Jadilah proaktif
Seorang guru harus berjuang ke arah gaya mendidik yang proaktif. Selain ada keuntungan dari momen yang spontan, tapi dapat juga digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya mengatur jadwal berdiskusi di luar jam mengajar.
3. Menjadi pendengar yang aktif
Mendengarkan secara aktif menunjukkan bahwa guru benar-benar mencoba untuk memahami secara verbal dan nonverbal pesan yang disampaikan, merasakan perasaan, dan pikiran. Menjadikan siswa yakin dan merasa dihargai bahwa apa yang mereka sampaikan mendapatkan perhatian.
4. Pastikan Anda mengatakan, "Saya mendengar Anda"
Seorang guru harus memvalidasi apa yang dikatakan oleh semua siswanya. Namun, validasi tidak berarti bahwa guru setuju atau percaya dengan segala hal yang dikatakan siswa, tetapi lebih untuk mengakui sudut pandang para siswa. Validasi membantu siswa percaya bahwa guru mendengarkan dan menghormati pendapat mereka. Misalnya, sebuah komentar seperti, "Aku senang kamu bisa berbagi pemikiran. Saya tentu tidak langsung setuju dengan perspektif Anda, tapi saya ingin mendengar lebih banyak."
5. Lakukan seperti Anda ingin diperlakukan
Seorang guru tentu ingin dan mengharapkan orang lain memperlakukan kita dengan hormat, berkomunikasi dengan jelas, dan memberikan tanggapan yang sesuai. Sikap empati dan melibatkan diri berdiskusi dengan siswa akan mengurangi sikap defensif dan memungkinkan para siswa merasa nyaman.
6. Jangan menghakimi dan menuduh
Seorang guru tentu ingin siswanya mengerti apa yang diajarkan tanpa membenci guru atau mata pelajarannyanya. Untuk itu, seorang guru sebaiknya tidak menghakimi, dan menuduh, tetapi harus memberikan pesan yang mudah ditafsirkan. Itu akan meningkatkan probabilitas siswa mendengarkan apa yang guru katakan.
7. Berkomunikasi secara jelas dan singkat
Banyak guru berusaha untuk menyampaikan banyak informasi pada satu waktu, tetapi itu akan membuat  siswa kelebihan beban informasi, kewalahan, dan sulit mencerna. Maka itu, seorang guru selaiknya melakukan komunikasi yang rutin, singkat, dan terfokus dengan siswanya. Sebab, tidak semuanya harus diselesaikan dalam satu diskusi.
8. Menjadi model kejujuran dan martabat
Siswa sangat cerdik dalam memahami kejujuran guru. Seorang guru harus mengakui jika tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan yang diajukan siswanya. Tetapi, guru harus berjanji untuk berupaya menemukan jawaban sebelum kelas berikutnya. Tidak jujur adalah kesalahan dalam mendidik.
9. Menerima pengulangan
Komunikasi adalah proses yang berkelanjutan. Siswa mungkin harus mendengarkan apa yang diajarkan berkali-kali sebelum mereka memahami dan masuk ke dalam pikirannya. 
10. Ciptakan humor
Humor adalah bahan penting dalam proses komunikasi. Humor dapat meringankan, dan menjadi fasilitas yang baik ketika seorang guru tengah mengajarkan sesuatu kepada muridnya.

Sumber : KOMPAS.COM dan uscta.wikidot.com

Guru MALAS, Tunjangan Profesi Dicabut

Direktur Profesi, Direktorat Jenderal Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), Ahmad Dasuki menerangkan, pihaknya akan mencabut tunjangan profesi guru bersertifikasi jika kinerjanya buruk. "Jika terbukti kinerja guru yang bersertifikasi menurun, maka dapat dipastikan tidak akan mendapatkan tunjangan profesi. Kami tidak akan mencabut sertifikatnya, hanya tunjangan profesinya yang dicabut," tegasnya, ketika ditemui di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Senin (24/5).
Dengan adanya penerapan aturan ini, Dasuki mengatakan, berarti para guru yang bersertifikasi tidak boleh terlalu santai. Disebutkannya, penurunan kinerja sendiri antara lain bisa terlihat dari tingkat absensi atau mengajar yang kurang dari 40 jam per pekan. "Kami akan segera melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) pada Agustus hingga Desember 2010 mendatang," ujar Dasuki pula.
Dasuki mengatakan, peraturan ini sendiri akan diberlakukan mulai 1 Januari 2011. Sehubungan dengan itu, pihaknya mengharapkan agar masing-masing dinas mampu segera menyesuaikan 13 jabatan fungsional guru. Di antaranya mulai dari guru pertama, guru muda, guru madya, serta guru utama.
Lebih jauh, Dasuki menambahkan bahwa penyesuaian jabatan guru tersebut ditargetkan selesai pada 2013. Meski telah disertifikasi, lanjut Dasuki, guru yang tidak memenuhi syarat juga bisa saja tidak naik pangkat, dilarang mengajar, hingga di-pensiun dini-kan.
"Kemdiknas akan melakukan treatment bagi para guru yang mengalami penurunan kinerja. Jika tetap tidak ada perubahan, maka yang bersangkutan tinggal memilih untuk dipindahkan dan dilarang mengajar, karena bisa mengganggu, atau sebaiknya pensiun dini," tandasnya.

Sumber :JPNN

Sabtu, 18 Februari 2012

LAPORAN CALISTUNG DAN OSN CIHAMPELAS

LAPORAN KETUA PELAKSANA

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Yang terhormat Ibu Kepala Disdikpora Kabupaten Bandung Barat, Kepala UPTD Pendidikan TK/SD dan PNF Kec. Cihampelas, bapak-bapak Pembina, tamu undangan serta hadirin hadirot yang berbahagia.
Ijinkan kami pada kesempatan ini menyampaikan laporan kegiatan Lomba Calistung dan OSN IPA, Matematika yaitu sebagai berikut :
1. Latar belakang   :
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa kemampuan membaca, menulis dan berhitung dalam flatform pencapaian domain kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik SD adalah merupakan pondasi pengembangan peserta didik yang harus dibina sejak kecil.

2. Dasar                   :
Kegiatan ini didasari oleh UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dst.

3. Tujuan                     :
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tema “ MELALUI LOMBA CALISTUNG & OSN KITA TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN CIHAMPELAS”.

4. Peserta kegiatan       :
Kegiatan ini diikuti oleh 135 siswa kelas 1, 2, dan 3 untuk lomba Calistung dan 90 siswa kelas 5 untuk lomba OSN MIPA dari 45 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Cihampelas. Atau dalam hal ini seluruh SD dapat mengikuti kegiatan ini.

5. Kepanitiaan dan Juri :
Diambil dari unsur guru kelas I, II, III dan V di Kecamatan Cihampelas yakni sebanyak 60 orang.

6. Pembiayaan        :
Kegiatan ini dibiayai dari dana BOS seluruh sekolah di Kec.Cihampelas.

Demikian laporan ini kami sampaikan agar dapat diketahui bersama, dan kepada yang terhormat Ibu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat dimohon untuk membuka kegiatan ini.
Terimakasih, Assalamualaikum Wr.Wb.

Minggu, 05 Februari 2012

13 Macam Penyakit Guru

Short message service (SMS) jelas merupakan sarana efektif bagi masyarakat untuk berkomunikasi. Segala jenis informasi bisa disebar hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Selain sebagai sumber berita, SMS juga dapat menjadi sumber belajar dan bahkan dari perspektif negatif, layanan ini juga dapat memberikan pengaruh dan citra buruk bagi sebuah tatanan, baik secara individu maupun kelompok. Beberapa berita atau isu soal gempa di Jakarta, ancaman terorisme, hingga bocornya soal-soal ujian nasional adalah di antara beberapa contoh betapa efektifnya penggunaan SMS.

Di kota-kota di Indonesia, merebak SMS dari satu guru ke guru lainnya tentang adanya “penyakit” di kalangan para pendekar pendidikan. Bunyi SMS ini memang terasa lucu dan sedikit mengada-ada, tapi dari segi substansi tampaknya kita tak bisa menganggap remeh isu penyakit guru ini. Gejala penyakit ini bahkan menjadi bahan diskusi yang cukup serius di lingkungan para guru, sambil di antaranya mereka mencoba mencocokkan jenis penyakit mana yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing.

Inilah bunyi 13 penyakit guru versi SMS itu, yang jika penyakit itu diklasifikasi menjadi tiga jenis keterampilan (skill), yaitu kemampuan personal (kepribadian), metodologis, dan teknis. Pada aspek kemampuan kepribadian guru, penyakit yang disinyalir ada meliputi THT (tukang hitung transport), hipertensi (hiruk persoalkan tentang sertifikasi), kudis (kurang disiplin), dan asma (asal masuk). Banyak sekali dijumpai guru yang selalu berhitung soal pembagian transport dari dana BOS, kecurangan dalam hal proses sertififikasi, kurang disiplin dan masuk sembarangan hanya sekadar memenuhi absensi. Gejala ini sangat umum terjadi di lingkungan guru dan sekolah kita.

Diklasifikasi kedua, yaitu soal aspek metodologis, disinyalir guru bahkan memiliki lebih banyak penyakit. Jenis-jenis penyakitnya, antara lain salesma (sangat lemah sekali membaca), asam urat (asal mengajar, kurang akurat), kusta (kurang strategi), kurap (kurang persiapan), stroke (suka terlambat, rupanya kebiasaan), keram (kurang terampil), serta mual (mutu amat lemah). Aspek metodologis ini memang sangat terkait erat dengan faktor courage dan kesadaran untuk berkembang yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru.

Sedangkan diklasifikasi ketiga yang menyangkut aspek keterampilan, penyakit guru disinyalir adalah TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Kita memang tak cukup punya bukti statistik, seberapa banyak sebenarnya jumlah guru yang sampai saat ini belum bisa dan mengerti soal komputer dan makna penting teknologi sebagai bagian dari pengembangan bahan ajar di kelas.

Merebaknya jenis-jenis penyakit di atas, meskipun disampaikan dengan cara dan tujuan untuk melucu, jelas memberi kita gambaran kondisi dan suasana batin para guru kita saat ini. Jika penyakit-penyakit tersebut memang benar adanya, kesalahan pertama harus kita tempakan kepada otoritas pendidikan kita yang salah dalam merumuskan kebijakan soal pengembangan kapasitas profesional guru. Guru seakan lupa pada rumusan dan definisi tentang pendidikan yang tertera dengan amat gamblang di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional kita, yaitu sebagai sebuah “….usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Kata “mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran” jelas merujuk dan menuntut para guru untuk kreatif dalam mengembangkan kerangka berpikir dan bahan ajar di sekolah. Karena itu sangat boleh jadi munculnya gejala penyakit seperti disinyalir di atas relevan dengan sistem pendidikan yang membelenggu akal untuk kreatif, terutama bentukan hierarki kurikulum yang rigid dan berorientasi semata pada dunia kerja.

Seorang pengembang masalah kreativitas di dunia pendidikan, Ken Robinson, mengatakan hampir dapat dipastikan seluruh sistem pendidikan di dunia menempatkan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (Sains) sebagai acuan utama tingkat keunggulan sebuah sekolah. Semakin banyak anak yang memiliki kemampuan Matematika dan Sains, semakin prestisiuslah sekolah tersebut. Sebab itu, bidang studi ini memperoleh jam yang begitu tinggi di sekolah, termasuk di antaranya di Indonesia.

Sekolah kita tak memiliki laboratorium seni dan musik yang cukup, juga perpustakaan yang mengoleksi buku-buku sastra yang memadai untuk menumbuhkan kreativitas anak untuk bergerak. Seluruh sekolah kita lebih banyak mengajarkan Matematika dan Sains yang hanya mengandalkan otak dan pikiran, tetapi tak memberi porsi yang cukup kepada anggota tubuh yang lain, seperti badan, tangan, dan kaki untuk bergerak. Berapa jam anak kita mengikuti pelajaran tari dan olahraga di sekolah dalam satu minggu, dan lebih banyak mana ketika anak-anak kita belajar Matematika dan IPA?

Kritik Ken Robinson sangat masuk akal sehingga dia mengatakan kebanyakan guru di sekolah saat ini menganggap bahwa badan, tangan, dan kaki mereka hanya sebagai alat transportasi kepala mereka yang penuh rumus dan terkadang membingungkan. Efek seperti ini dapat menjadikan seseorang mati rasa, antisosial, dan menjadi sangat arogan cara berpikir dan bertindaknya. Dalam rumus tak ditoleransi kesalahan. Padahal sebuah kesalahan, dalam teori belajar, merupakan awal dari sebuah kreativitas besar. 
(Sumber: Lampung Post,).

Rabu, 02 November 2011

BAKAL CALON SERTIFIKASI 2012 KAB.BANDUNG BARAT

Layanan ini disediakan untuk memberikan Informasi calon peserta setifikasi guru 2012 yang berisi daftar guru yang memenuhi persyaratan sebagai bakal calon peserta sertifikasi guru tahun 2012 sesuai database NUPTK per tanggal 30 september 2011.

Daftar tersebut dapat dilihat melalui tautan dibawah ini,

Persyaratan
1. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang    terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
3. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
  • bagi pengawas satuan pendidikan selain dari guru yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan  Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
  • bagi pengawas selain dari guru yang diangkat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru harus pernah memiliki pengalaman formal sebagai guru.
4. Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara    pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan sebagai guru dari Bupati/Walikota atau dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
5. sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan (30 Desember 2005).
6. Pada tanggal 1 Januari 2013 belum memasuki usia 60 tahun.
7. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
8. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila:
          * pada 1 Januari 2012 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
          * mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).

Daftar calon peserta sertifikasi guru tersebut diurutkan berdasar kriteria berturut turut usia, masa kerja, dan golongan.

Jika data diri saudara belum tertera dalam daftar layak calon peserta padahal saudara memenuhi syarat, anda dapat melakukan pengecekan dan perbaikan data ke dinas pendidikan kabupaten/kota setempat, dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini

Prosedur perbaikan data NUPTK
  • Guru membawa salinan dokumen sebagai bukti fisik perbaikan data ke dinas pendidikan setempat
  • Dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan perbaikan database NUPTK guru tersebut dan mengirimkan salinan dokumen tersebut ke LPMP
  • LPMP melakukan persetujuan (approval) terhadap perbaikan data tersebut berdasarkan salinan dokumen yang dikirim oleh dinas kabupaten/kota.

Perbaikan data NUPTK untuk pelaksanaan sertifikasi guru 2012 berakhir pada tanggal 1 Desember 2011.

Copyright © 2011 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Sabtu, 29 Oktober 2011

PERSAMI SDN 1 CIHAMPELAS



Pada 7 dan 8 Oktober 2011, SDN 1 Cihampelas mengadakan kegiatan PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu). Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari kelas 5 s.d 6 ada sekitar 50 siswa yang terbagi ke dalam 7 grup. Sebelum kegiatan Persami berlangsung, Kak Epul memberikan bekal kepada semua peserta persami agar mempersiapkan apa saja yang harus di persiapkan untuk kelancaran kegiatan persami. Mulai dari peralatan yang harus dibawa hingga makanan. Setelah semua persiapan telah selesai, maka di mulailah acara pembukaan persami pukul 15.30 dengan Pembina upacara Ibu Yuyun S.Pd setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan lainnya wide game yaitu melewati 7 pos jaga, dimana disetiap posnya mereka akan menjalankan tugas yang diberi oleh kakak-kakak alumni pramuka dari SDN 1 Cihampelas sampai menjelang magrib dan istirahat sampai tiba shalat isya.
Setelah SOLISKAN (Solat itirahat dan makan) para peserta Persami melanjutkan aktivitas kembali yaitu melaksankan kegiatan jurit malam untuk memasuki setiap pos yang telah diatur oleh panitia Persami, untuk menguji materi dan mental dalam berpramuka agar lebih kuat, tangguh dan meningkatkan rasa disiplin.
Tepat pukul 22.00 WIB, kami melaksanakan kegiatan api unggun. Kegiatan ini berlangsung meriah dan menyenangkan banyak atraksi yang diperlihatkan pada diri anak-anak, dan dibumbui juga oleh drama dari Pembina pramuka yang membuat suasana menjadi sedikit agak tegang dan akhirnya ending yang menyenangkan karena semuanya sudah disusun rapi sehingga anak-anak dan panitia persami pun tidak menyangka ada sebuah drama dalam penutupan kegiatan api unggun. Setelah selesai acara api unggun para peserta persami pun menikmati makanan hangat dari panitia sambil menonton tayangan film-film dokumenter dan setelah itu kembali ke barak/ ruang kelas yang telah disediakan untuk tidur dan istirahat.
Hari ke-2 pelaksanaan Persami SDN 1 Cihampelas, anak-anak pun melakukan aktivitas masing-masing sebelum melaksanakan kegiatan senam pagi bersama. Serta jalan pagi menelusuri wilayah sekitar sekolah sambil menunggu persiapan panitia persami dalam membuat bubur kacang. Dan setelah itu peserta persami pun mengepak barang bawaannya dan membersihkan tempat seperti semula kembali.
Tepat pukul 08.30 WIB acara penutupan kegiatan persami segera dimulai. Anak-anak pun selaku peserta persami berbaris untuk melaksanakan upacara penutupan sekaligus penyematan tanda pada dua orang pserta dan diikuti oleh peserta yang lainnya. Selesai upacara penutupan persami, panitia dan peserta persami bermaaf-maafan dan kegiatan persami akan menjadi kegiatan rutin setiap 1 tahun sekali di SDN 1 Cihampelas…..
Terimakasih kepada Kak Epul, Kak Tomi, Kakak-kakak alumi SDN 1 Cihampelas, Kakak-kakak dari Aliyah Mande, Kakak/Guru pembimbing dari SDN 1 Cihampelas, Bu Yuyun, Bu Yuli, Bu Ai, Bu Endah, Bu Neneng, Bu Riyan, Bu Eti, Bu Sri dan Pak Akur sehingga pelaksanaan Persami ini bisa lancar dan sukses. Salam Pramuka @ A. Saepulloh

4 TYPE KECERDASAN MANUSIA

Sejak terlahir, setiap manusia telah dianugerahi empat macam type kecerdasan, yaitu :
  • Kecerdasan Fisik atau Tubuh (Physical Intelligence atau Physical Quotient PQ),
  • Kecerdasan Mental atau Intelektual (Inteliligence Quotient IQ),
  • Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient EQ) , dan
  • Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient SQ)
  •  
1. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient – PQ)
Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita. Kita sering tidak memperhitungkannya. Coba renungkan : Tanpa adanya perintah dari kita tubuh kita menjalankan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf dan sistem-sistem vital lainnya.
Tubuh kita terus menerus memantau lingkungannya, menghancurkan sel pembawa penyakit, mengganti sel yang rusak dan melawan unsur-unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita.
2. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ)
IQ adalah kemampuan nalar, atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir abstrak, berbahasa, memvisualkan sesuatu.
Di zaman dulu IQ dijadikan ukuran utama kecerdasan seseorang. Baru kemudian disadari bahwa konsep dan batasan-batasan di atas seperti itu terlalu mempersempit kecerdasan tersebut.
Otak kiri bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal, kata-kata, bahasa, angka-angka, matematika, urut-urutan, logika, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (IQ). Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, musik, emosi, seni/artistik, imajinasi, kreativitas, dan intuitif.
3. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient – EQ)
EQ adalah pengetahuan mengenai diri sendiri, kesadaran diri, kepekaan sosial, empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Kecerdasan Emosi adalah kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara sosial, dan keberanian untuk mengakui kelemahan, menyatakan dan menghormati perbedaan. EQ digambarkan sebagai kemampuan otak kanan dan dianggap lebih kreatif, tempat intuisi, pengindraan, dan bersifat holistik atau menyeluruh
Penggabungan pemikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) akan menciptakan keseimbangan, penilaian dan kebijaksanaan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, kecerdasan emosional akan merupakan penentu keberhasilan dalam berkomunkasi, relasi dan dalam kepemimpinan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (nalar).
Seseorang yang memiliki IQ tinggi tetapi memiliki kecerdasan emosionalnya (EQ) rendah, dia tidak tahu bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Orang itu mungkin akan menutupi kekurangannya itu dengan bersandar pada kemampuan intelektualnya dan akan mengandalkan posisi formalnya.
4. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient – SQ)
Sebagaimana EQ, maka SQ juga merupakan arus utama dalam kajian dan diskusi folosofis dan psikologis. Kecerdasan spiritual merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya, karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.
Kecerdasan Spiritual juga membantu kita untuk mencerna dan memahami prinsip-prinsip sejati yang merupakan bagian dari nurani kita, yang dapat dilambangkan sebagai kompas. Kompas merupakan gambaran fisik yang bagus sekali bagi prinsip, karena dia selalu menunjuk ke arah utara. 
Sumber; semuana.blogspot.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

Pesantren Kilat (Sanlat) SDN 1 Cihampelas



Pendidikan agama merupakan salah satu komponen penting dalam merealisasikan tujuan pendidikan. Proses pembelajaran agama kepada para siswa tidak hanya melalui teori-teori yang disampaikan guru di dalam ruang kelas. Tetapi yang paling penting adalah pembelajaran agama yang dilakukan melalui pembiasaan dan latihan-latihan. momen bulan Ramadhan ini sangat baik bagi para siswa untuk memperbanyak ibadah-ibadah lainnya (selain ibadah puasa), sekaligus untuk mempraktekkan materi-materi ibadah yang telah diajarkan dalam pelajaran agama di sekolah. Selanjutnya, para siswa juga dibimbing untuk memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa. Diantaranya adalah untuk membentuk kepribadian pelajar yang Islami, melalui tausiyah (ceramah agama), dialog, diskusi, lomba pildacil, Kaligrafi, Adzan dan Hipdil Qur’an.
Acara Pesantren Kilat (Sanlat) SDN 1 Cihampelas berlangsung dari hari Kamis tanggal 18 s.d Sabtu tanggal 20 Agustus 2011. Yang di ikuti ± 45 peserta dan dihadiri ± 450 siswa berikut orang tua pendamping alhamdulillah berjalan dengan lancar,,, semangat yang terpancar dari siswa/i menambah semangat bagi kami dalam memberikan inspirasi di bulan suci
Gambar-gambar hasil jefretan kami ada di samping. Trims  @Sanlat 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

66 Tahun Indonesia Merdeka - HUT RI ke-66


66 Tahun Indonesia Merdeka - Untuk sebuah perjalanan negara, usia 66 tahun masihlah muda. Tapi esensinya bukan pada angka, melainkan sejauh mana Indonesia benar-benar telah merdeka.

Perjuangan mencapai kemerdekaan di negeri ini sungguhlah panjang. Mulai dari zaman kerajaan-kerajaan Nusantara yang bersifat kedaerahan, sampai ke gerakan kepemudaan yang menandai Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Kegerakkan yang bersatu dari berbagai wilayah di Indonesia ini memuncak dengan pernyataan kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Saat mempelajari catatan sejarah pendirian negeri ini, banyak hal yang menarik. Para pendiri negeri ini, walau berbeda ideologi dan daerah, melihat Indonesia ke depan. Saat merumuskan pernyataan kemerdekaan dan bahkan dasar negara Indonesia, para pendiri bangsa kita melihat bahwa Indonesia masih harus diperjuangkan bersama-sama. Fundamental Indonesia harus dibangun kokoh dengan melihat kepentingan negara di atas kepentingan pribadi bahkan kelompok.

66 Tahun Indonesia Merdeka  - Dari para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Bung Tomo, dan masih banyak yang lainnya; dari para pejuang seperti Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Pattimura, Hassanudin, dan yang lainnya; Indonesia ternyata memiliki semangat dan pemikiran perjuangan yang luar biasa. Semangat dan pemikiran untuk Indonesia itulah yang saat ini harus dimiliki para pemimpin dan rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang masih berusia 66 tahun.
Indonesia harus kuat dan jangan saling memperlemah !
Refrensi : http://gajahmadafm.co.id

Selasa, 09 Agustus 2011

Jumlah Honorer yang Diangkat Tak Lebihi yang Pensiun

JAKARTA — Pengangkatan honorer jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dijadikan momentum pemerintah untuk melaksanakan moratorium rekrutmen CPNS secara selektif.  Menteri Pendagayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-BR) EE Mangindaan menyatakan, jumlah tenaga honorer yang akan diangkat menjadi CPNS tidak akan melebihi jumlah PNS yang pensiun.

“Ini sistem zero growth. Jadi pengangkatan honorer itu dilaksanakan tidak melebihi jumlah PNS yang pensiun,” ujar EE Mangindaan dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (5/8).

Lantas berapa PNS yang akan pensiun? Disebutkan menteri asal Manado itu, jumlah PNS yang pada 2011-2014 masuk usia pensiun sejumlah 488.495 PNS.  Rinciannya pada 2011 sebanyak 107.416 PNS, 2012 sebanyak 124.175 PNS, 2013 sebanyak 123.167 PNS, 2014 sebanyak 133.734 PNS. Mengenai sebaran jumlah PNS yang akan pensiun itu di daerah mana saja, saat ini masih sedang didata.

Mangindaan mengatakan, sebenarnya pemerintah ingin seluruh tenaga honorer diangkat jadi CPNS.  Hanya saja hal itu tak mungkin karena harus dilakukan selektif.

Menteri yang juga politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, honorer kategori satu yang dibiayai APBN atau APBD diverifikasi tim Kemenpa-RB mencapai 67.385 pegawai. Sedang kategori dua (yang tidak dibiayai APBN/APBD) yang bisa diangkat menjadi PNS jika  lolos seleksi, sebanyak 652.460 pegawai.

Dalam kesempatan yang sama, Mangindaan juga menjelaskan mengenai rasio jumlah PNS dengan penduduk di Indonesia. Jumlah PNS pusat 916.493 orang (19,5 persen) dan PNS daerah 3.791.837 (80,5 persen). Untuk komposisi PNS menurut usia 50 tahun ke atas sebesar 1.074.788 PNS (22,83 persen). Terdiri usia 50-55 tahun mencapai 848.535 PNS (18,02 persen), usia 56-60 tahun 219.933 PNS (4,67 persen), usia 61-65 tahun mencapai 5.987 PNS (0,01 persen).

Dikatakan Mangindaan, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 240 juta dan jumlah PNS 4,7 orang, maka rasionya masih relatif kecil atau sekitar 1,98 persen.  Dibandingkan Malaysia 3,7 persen, Filipina 2,9 persen, Vietnam 2,1, Kambodja 1,2, Myanmar 1,7, dan Thailand 1,9 persen, serta Brunei Darussalam 11 persen.  "Jadi angka rasio penduduk dengan PNS di Indonesia masih moderat, tidak berlebih," kata Mangindaan.

Yang jadi persoalan selama ini, lanjutnya, adalah masalah distribusi yang tidak merata. Sebagai contoh penempatan guru.  Saat ini ada 1,7 juta guru PNS. Hanya saja, mayoritas ada di kota-kota besar.  Untuk daerah pedalaman dan perbatasan masih kurang.

Mantan gubernur Sulut itu mengatakan, pada kurun 203-2011 terjadi ledakan jumlah PNS. Dari jumlah 3,7 juta menjadi 4,7 juta PNS pada tahun ini.  Beban anggaran bertambah besar akibat pengangkatan sekretaris desa (sekdes) menjadi PNS sebanyak 46 ribu orang pada 2008. (sam/jpnn)

INFO TERBARU

AYO DAFTARKAN SEGERA : PENERIMAAN SISWA BARU SDN 1 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2010/2011 DIMULAI PADA BULAN JUNI 2010....... TERIMAKASIH ATAS KEPERCAYAANNYA......

Guru dan Tenaga Pendidik

Foto-foto Kegiatan

PP IPTEK & TEATR IMAK 4 D